Benar-Benar Booster


Baru sore ini mendapat kabar yang agak pahit. Dinyatakan tidak lolos pada beasiswa Baktinusa, beasiswa yang beberapa bulan ini memang menyita banyak perhatian saya, untuk proses seleksi dan tugasnya memang sedikit memakan waktu dan fikiran.
Awal mendapat tau telah tidak lolos, rasanya hampa. Mungkin seperti ini ya rasanya diputsin sama pacar .. hehehe
Yang paling membuat sedih adalah sebelumnya telah meminta doa kepada orang tua agar semuanya lancar tapi kemudian dinyanya gimana hasilnya. Langsung terasa menyesal karena tidak bisa memberi kabar yang baik.
Waktu membuka pengumumannya masih makan bareng Isna, Nadia sama Mbak Rei, Wiwin udah pergi pas itu, waktu kita semua baca pengumuman Isna langsung nagis waktu tau aku engga lolos. AKu juga tidak langsung nangis karena tidak mau buat nadia dan Isna sedih juga, mencoba berekspresi biasa. Tapi abis setelah anterin Mbak Rei Pulang baru deh nangis di motor sepanjang jalan, di puskom, mungkin Mas Angga liat aku nangis kali ya. Rasanya masih hampa smapai proposal hidup yang aku cetak sebelumnya aku buang ke tempat sampah.
Malamnya diajak untuk diskusi di Ruang Inspirasi pembicaranya Mbak Zahra dan Mas Helmi katanya. Agak ogah-ogahnya ikutnya awalnya masih engga mood juga tapi aku akhirnya berangkat.
Awal-awal mendengar cerita mereka juga kuang bersemangat.
Tapi saat Mas Fahmi bercerita tentang pasca kampus, rencana hidup dan agama. Rasanya benar-benar mengena banget, jadi merefleksi diri kembal banhwa memang masih banyak dari aku yang masih kurang.
dan yang paling aku sukai dari mendengar cerita dari Mbak Zahra dan Mas Fahmi mereka menumbuhkan semangat aku kembali, bukan cuman dari kesedihan karena tidak lolos tapi juga aku lebih semanat lagi dalam hal ibadah dan dalam mengubgrade diri. Dan membuatku semangat untuk belajar menulis, ini juga yang menginspirasiku untuk mulai belajar menulis di blog

Komentar